Namun, segalanya berubah. Sesuai dengan kehendak-Nya. Siswo kalah dalam lomba catur... eh bukan, maksudnya dia lebih memilih dipelukan-Nya.
Lagu ini diciptakan oleh Iam dan Nia dirumah Ozi. Entah kenapa kami ingin membuat lagu untuknya. Lagu ini di aransemen oleh Dedi, Tri, dan Iam. Pernah mengalami beberapa perubahan lirik dari versi yang asli pertama dibuat. Namun sayang, blueprint lagu ini hilang di rumah Ozi.
Mungkin karna Ozi nggak becus kali ya kalo berhubungan dengan hal yang kayak gini... mungkin....Setelah lagu ini direbus setengah matang, ternyata nggak enak didengar. Akhirnya, setelah direbus lagu ini ditumis sampai matang. Dan... jenjeng..!! Jadilah lagu ini seperti yang kalian sering dengar...
Terindah di Hati, rencananya akan masuk dapur rekaman setelah pulang dari Bali. Namun, karna Pro Studio bisanya tanggal 14 Juli, yaudah.... kami ngikut aja. Padahal udah masuk skul. Sempat muncul polemik karna Ozi dan Wihardi adalah panitia MOS yang berlangsung dari tanggal 13-15 Juli. Dan akhirnya berakhir dengan manis. Owen berhasil menyelamatkan MU dari kekalahan melawan timnas Malaysia.
Jam menunjukan pukul 15:00 WIB. Padahal, rencana ngumpul di rumahnya Dedi adalah setengah 3. Apa daya tangan tak sampai. Yang berkumpul baru Tri, Iam, Ozi, dan Dedi. Sedangkan Nia nunggu dirumah (secara kan rumah’e Doro mosok harus ke Karanganyar dulu, wong mau rekamannya di Doro ko...). Cuman nunggu Oki sama Wihardi. Ya udahlah, daripada telat semua, mendingan kami berempat berangkat dulu, yang berdua nyusul gampang. Kami berempat pun cabut.Sekitar pukul 15:35 kami tiba di Pro Studio dengan naik motor. Disana kami disambut oleh Mas Opik (nama asli). Dan... langsung disuruh masuk untuk langsung memulai rekaman.
Pertama, Tri disuruh nyanyi sesuai lagu dari awal sampai akhir, dan Ozi mengiringinya dengan gitar akustik. Untuk memudahkan dalam perekaman DRUM LIVE. Tak beberapa lama, Nia datang. Selang 10 menit, Oki dan Wihardi juga datang. Namun Ozi gagal dalam mengemban tugas ini. Ozi digantikan oleh Dedi. Dan sekali lagi berakhir dengan manis. Dan Iam pun masuk studio untuk perekaman drum.Selang sekitar 60 menit, drum pun selesai direkam. Selanjutnya ialah bass. Oki pun langsung deg-degan. Jantungnya berdegub kencang. Adzan maghrib pun berkumandang. Kami diberi jeda untuk sholat maghrib dulu, sekalian makan. Dan kami pun langsung menuju rumah Nia. Disana kami sholat maghrib, dan kami juga dipersilakan untuk makan oleh Ibunda Nia. Kami pun langsung tergolek lemas tak berdaya.... Mulut penuh busa... Hidung mimisan...
Setelah acara makan marlan... bukan ding, maksudnya makan malam, karena tanggung, kami pun langsung menunaikan sholat Isya’ langsung. Dan hape Ozi berdering. Mas Opik sms. Setelah sholat, kami pun langsung berangkat menuju TKP lagi.
Sampai disana, perekaman dilanjutkan. Oki siap-siap. Dan mulai....!! Awalnya, Oki lancar-lancar saja... NAMUN... Eh maap, Caps Lock-nya kepencet. Di saat-saat akhir ada beberapa perubahan yang mengharuskan Oki untuk mengeluarkan segenap kekuatannya supaya bisa melaluinya dengan selamat.
Dengan segala keringatnya yang bercucuran (padahal ber-AC) sampai titik darah terakhirnya Oki pun dapat melampauinya.... Dua korban telah selesai menjalani “penyiksaannya”...Sekarang adalah giliran mengisikan melodi ke dalam lagu. Sama juga seperti Oki, awalnya lancar akhirnya tersendat. Namun ternyata sukses juga. Setelah melodi ialah gilirannya rythm. Ozi pun menghela nafas panjang. Lalu dikeluarkan lewat mulut. Ambil nafas lagi. Dan tidur. Zzzzzz.... Emangnya Romy Rafael?!!
Jujur, yang paling cepat dalam rekaman ini adalah rythm dan kibord. Ozi pun melaju tanpa halangan yang berarti. Walaupun ada sedikit gangguan. Begitu juga Wihardi yang masuk ruangan setelah Ozi. Wihardi malah sekali take langsung jadi. Mungkin karna Mas Opik’e nggak begitu paham soal kibord. Berkebalikan dengan semua instrumen lainnya, termasuk vokal. Sering kita kena semprot.
Dan yang terakhir adalah vokal. Tri langsung minum Komix. Kemudian masuk ke ruangan. Dingin. Yaiyalah, kan ber-AC, gimana sih...? Tri adalah yang terberat menerima “penyiksaan”. Banyak sekali salah yang tercipta. Namun dengan sabar, Tri akhirnya mampu melewatinya. Namun, tidak begitu dengan Nia. Dia dengan sukses melewati “rintangan” yang menghadang.Jam menunjukan pukul 12:05. Kami langsung menyelesaikan administrasi. Dan kami pun pamitan pulang. Sedang CD-nya baru bisa diambil esoknya karna lagunya belum di mixing.
Kami pun memutuskan untuk nginep di rumah’e Nia. Gila kali kalo mau pulang jam 12 malem kaya gitu, dari Doro gitu loh.... Dan kami pun bobo’ (dengan udara yang dingin gilaaa...) di rumah’e Nia....
Jadult thanks to :
Allah SWT atas segala rahmat dan nikmatnya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan lagu ini. Junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang menginspirasi banyak manusia di muka bumi ini. Keluarga yang udah support kami. Temen-temen Repsolers... maju terus, go RepsoL!! Special thanks to Andre Low Angle, Halim Ice Juice, Opik Pro Studio. For to inspirate J-Rocks, Kotak, Laruku. Salam satu spirit!!
Bagi yang pengen donlod lagunya, silakan klik disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ojo gawe spam yo?