Sabtu, 09 Mei 2009

Pekan Batik Internasional 2009

Pekan Batik Internasional 2 (PBI 2) yang diselenggarakan tahun ini adalah yang kedua kalinya. Pameran batik berskala internasional yang digelar di kawasan gedung cagar budaya Jalan Jetayu ini berlangsung sejak 29 April sampai 4 Mei 2009. Acara serupa juga pernah digelar dua tahun lalu. Namun, tahun ini lebih meriah karena diisi dengan kegiatan yang lebih menarik.

Stan ditempati oleh 11 Provinsi dan 4 negara. Ketiga negara yang membuka stan yaitu Singapura, Filipina, dan Jepang. Negara lainnya hanya melakukan display produk serta melakukan kunjungan. Dari 11 provinsi yang ikut ambil bagian, 95 persen stan menawarkan produk batik, 5 persen lainnya menampilkan dan menjual produk unggulan daerah masing-masing.

Batik, yang merupakan warisan budaya asli Indonesia, sedang dalam proses di UNESCO untuk mendapat pengakuan dari dunia internasional bahwa batik adalah warisan budaya asli Indonesia, jadi negara lain gak bisa seenaknya ngaku-ngaku batik itu warisan budaya mereka.

Selain pameran batik, ada juga bazar buku yang menjual buku-buku best seller en populer. Gila! Bukunya keren-keren bro!! Mungkin Pak Hadi tiap hari nonkrong disitu...

Yang paling menarik adalah karnaval dan fashion on the road. Ini adalah kegiatan yang sudah dengan sukses terselenggarakan 2 Mei lalu. Ada juga lomba karaoke, tapi sayang... Tri gak ikut lomba itu. Coba kalo ikut, pasti semua penontonnya pada ngacir. Hahaha....

Membahas lebih lanjut tentang fashion on the road (FOTR), kita mau cerita sedikit. FOTR diselenggarakan Sabtu sore, di area PBI. Kegiatan itu dimeriahkan oleh Peri kupu-kupu yang dikawal para pemusik perkusi dan peraga batik, yang dari masa ke masa menebarkan pesona batik dunia. Peragaan FOTR berasal dari model-model Pekalongan, yang tentu saja cakep-cakep (cuit... cuit...). Tema yang diusung kali ini adalah Harum Pesona Batik Indonesia. Yang dimaksud adalah keharuman dan keindahan batik bagai kupu-kupu, serta mampu menebar pesona ke seluruh dunia. Pada aksi sore itu, ditampilkan batik dari masa ke masa dan berbagai etnis di Kota Pekalongan yakni Jawa, Arab, dan Cina. Semuanya berbaur menjadi satu dalam keberagaman budaya batik.

Sementara pada karnaval batik, berbagai kalangan mulai dari instansi pemerintah sampai swasta ikut dalam karnaval kendaraan hias. Peserta dari luar negeri mengenakan pakaian adat masing-masing negara dan ikut keliling menggunakan andong hias bersama rombongan pejabat daerah. Kamu liat gak? Kalo nggak sih, ya rugi deh...

Oh ya, kita ke situ gak full team. Cuman Iam, Dedi, Tri, sama satu orang lagi dari Pepsi. Dia sudah meraih berbagai penghargaan dari dunia gaib dan juga dari dunia lain, ia adalah..... jenjreng... jenjreng..... Agoz! Tau gak? Kalo belum tau, silakan pergi ke ragunan dan tanya petugas disana.

Kita berempat memang berencana ke PBI hari Minggu, 3 Mei atau sehari sebelum penutupan. Kita berangkat pukul 13:00 WIB. Dalam perjalanan, tidak terjadi hal-hal luar biasa. Hanya hal-hal yang sudah biasa terjadi, seperti bertiupnya angin dari dataran tinggi ke dataran rendah, air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, dsb.

Kita sampai di area PBI dengan sebuah adegan konyol yang sebenarnya nggak usah terjadi. Kan Iam boncengan sama Agoz naik Jupiter MX, sedang Tri sama Dedi naik Supra X 125, pas mau masuk area parkir mesin Jupiter MX-nya tiba-tiba mati. Shit! Padahal dibelakangnya ada mobil mau lewat dan di sekeliling kita banyak sekali orang! Sialan!! Terpaksa motornya di tuntun sampai tempat parkirnya. Begitu motor diparkir, kita langsung ngacir....

Kita memulai petualangan di PBI dengan memasuki pameran buku di eks-Rumah Dinas Pembantu Gubernur. Di aulanya, masih ada bedah buku ato entah seminar kita gak tau. Kita masuk menyusuri seluruh stan-stan yang berdiri dengan kokohnya di sepanjang ruangan yang ada.

Setelah puas ngliatin buku-buku keren, kita menuju ke panggung yang Sabtu malam (2/5) menggelar pentas seni berupa pagelaran wayang. Pagelaran wayang ini tidak seperti pagelaran biasanya. Karena eh karena, dalang-dalang dari Solo berkolaborasi dengan sinden dari Amerika Serikat, Megan dan pemain gamelan dari Paris, Selvi berkolaborasi dengan pemain gamelan lokal. Panggung yang megah itu pun ramai dipadati penonton yang ingin liat aksi panggung J-Rocks. Lho??

Tapi, saat kita mendatangi lokasi, sepi banget. Cuman ada soundsistemers yang sedang cek sound, entah untuk pertunjukan minggu malam ato entah kapan. Setelah berteduh sejenak (dan tentu saja ngliatin cewek cakep lewat), kita ke GOR Jetayu untuk liat-liat batik. Gila bener! Disono banyak cewek cantiknya. Maksudnya banyak batik yang cantik-cantik, kayak cewek situ. Kita keliling menyusuri setiap stan. Bener-bener cantik batiknya! Kita bangga jadi warga Pekalongan. Kalian gimana?

Setelah muter-muter, kita pun laper. Kamu juga laper. Tetangga kamu lagi makan. Kamu pengen. Lalu kamu telpon 14045. McDelivery siap antar pesanan. Kaget? Jangan kaget. Laper? Makan donk...

Kita langsung cabut dari area PBI untuk cari makan. Tujuannya Mie ayam depan Matahari. Kita pun langsung getting that. Disitu, Iam en Agoz pesennya bakso. Sedangkan Dedi en Tri pesen mie ayam. Kita berempat minum’e es teh. Eitz...! Jangan ngiler kayak gitu donk....

Setelah acara makan-makan selese, kita jalan-jalan dulu ke Matahari. Selang 5 menit kita langsung keluar, karna hari semakin sore. Tujuan kita selanjutnya adalah Sri Ratu Mega Center. Kita langsung cao.

Dalam perjalanan, kita lewat perempatan pas lampu kuning nyala. Ya! Pas lampu kuning nyala kita langsung jalan aja. Padahal lalu lintas saat itu padat banget. Tiba-tiba, PRIIITTT!! Peluit pak polisi berbunyi. Sialan!! Kita langsung menjauh dari perempatan itu. Di saat yang genting itu, Iam liat spion, ternyata ada polisi yang ngejar. Shit!!! Bakal kena tilang nih! Dengan tenang kami tetep jalan dengan tampang tanpa dosa (karena wajah kami cool-cool). Polisi itu pun hanya lewat saja. Huff.... hampir aja....

Perjalanan masih berlanjut, begitu akan memasuki perempatan ponolawen. Antreannya panjang banget, karena banyak truk-truk gede disitu. Macet pun tak terelakan. Untung kita naik motor, jadi bisa nyalip dikit demi sedikit. Ditengah perjuangan menerobos macet, kita liat ada supir truk gede lagi buang ludah ke samping. Sialan! Kita liat dengan mata kita sendiri, sopir truk itu menghujani pengendara motor yang lewat disampingnya tanpa ampun dengan ludahnya. Gila! Ya, kita emang gila! Dengan perasaan was-was, kita pun mencoba peruntungan kita dengan nekat lewat karena tidak ada pilihan lainnya. Dan..... CRUUTT. Ludah sopir gila itu dengan tepat mendarat di lengan Iam dan celananya Tri. Sialan....!!! Bener-bener apes boncengan ama Tri....

Dengan bekas ludah yang menempel dengan lekatnya, kita pun sampai di Mega Center. Kita masuk untuk mampir pipis bentar. Setelah pipis dan membasuh bekas ludah sopir-truk-yang-bejat-itu, kita langsung keluar dan ke area parkir. Di area parkir, ada cewek-cewek cantik. Kita liatin mereka. Tapi mereka gak liat kita, ya udah lah...

Kita langsung melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah KDW. Ya, kedungwuni. Karna Agoz pengen beli sandal (yang murah) karna dari tadi kita muter-muter Pekalongan gak nemu juga (padahal tadi tujuannya bukan nyari sandal). Setelah melalui proses pengenyangan yang alot (pengenyangan = proses jual beli yang terjadi lama sekali karna harga belum deal), akhirnya sandal pun berhasil didapatkan oleh Agoz dengan harga Rp.xxxxx (maaf, demi menjaga image Agoz, harga tidak kami sebutkan).

Yah.... hari semakin sore saja. Jam hape menunjukan pukul 17:00. Kita berempat pun pulang. Dengan wajah-wajah yang cool, kita pulang dikerubuti laler. Ya gak lah.... yang ada kita tuh dikerubuti cewek-cewek cakep. Amin.

Seharian kita habiskan dengan kongkow ke Pekalongan karna Tri katanya belom pernah liat perempatan ponolawen. Sekalian ndolani Tri (hahaha...). Cerita pun berakhir disini.....

5 komentar:

  1. Tri wagu,dedi lwih wagu,iam plng wagu!
    Go rEpSoL...!!!
    RepSoL SMANKA jaya!! Btw,,kpn keh lagune dterbitkn??Eh,di Luncurkn,dudu ding dimuncuLkan msuTe, ,

    BalasHapus
  2. inul mengatakan, ayo show bareng donk, biar bisa ngeborrrrr

    BalasHapus
  3. pendukung, dedi, iam
    he...he... jadi ngiri, tu foto di mana yahh, pa di hongkong, pa di singapur yahhh, ajak donk kalo tur

    BalasHapus
  4. aku ganteng bangeeeeet....
    numpang nampank donx....


    by Sahabat kangen

    BalasHapus
  5. so good batik is the best creation on the word

    BalasHapus

Ojo gawe spam yo?