Selasa, 26 Mei 2009

Misteri Dibalik K618i

Kalian pasti tau kan hape seri K618i, kalo nggak tau liat gambar disamping, itu yang namanya K618i. Kenapa diberi judul “Misteri Dibalik K618i”? Pasti bingung kan? Lagi-lagi, kami sendiri juga bingung. Tapi kami coba ingat-ingat dulu......

Nah....!!! Ketemu...!!

Baiklah, kita mulai ceritanya....

Pagi itu, cerah banget. Udara juga sejuk. Burung berkicau dengan merdunya. Suara jangkrik pun sampai tak terdengar sama sekali. Minggu, 17 Mei tepatnya, kami berencana untuk latian. Kali ini yang jadi sasaran adalah studio di Pekajangan, lebih spesifiknya yaitu Distroy.

Dijadwalkan pukul 08:30 sudah kumpul semua di rumahnya Iam. Tapi apa daya manusia menghadapi Kodir, ehh... takdir ding. Semula, Dedi berencana berangkat bareng Suwandi (sang pemilik pabrik tebu), tapi Suwandi malah nggak bisa, padahal dia yang ngajakin duluan. Fuck yu!! Sipenk pun begitu. Ketika dikonfirmasi, ternyata malah baru bangun tidur. Ngomongnya sih iya mo dateng, tapi ternyata malah molor lagi. Loe berdua, fuck semua!!

Akhirnya Iam pun menjemput Dedi coz cuman dia yang belum datang, karna Suwandi edhan yang seenak wudel’e dhewe nggak mau ikutan. Setelah semua lengkap, kita memulai petualangan kita di hari minggu. Sebenernya, tujuan kita ngajak Sipenk tuh karna cuman dia yang tau dimana Distroy berdiri kokoh. Tapi tanpa dia pun kami bisa. Yes, We Can!

Petualangan dimulai dengan menyusuri jalanan Pekajangan dengan memasang mata setajam-tajamnya untuk melihat petunjuk yang bisa mengantarkan kita ke studio. Akhirnya ketemu, Distroy! Masuk gang. Kami pun masuk satu persatu menyusuri gang yang agak sempit itu. Setelah cukup bingung nggak nemu-nemu juga, akhirnya kami pun tanya-tanya. Dan kami mendapat jawaban yang memuaskan. Kami pun dapat sampai di Distroy dengan selamat tanpa luka sedikit pun.

Kami pun masuk ke studio, dan seorang penjaga keluar sambil berkata.
Penjaga : “Maap’e, aku rep metu kye asale”
Kami : “Ooh, yo wes lah”
Penjaga : “Maap’e o? Asale aku rep metu”
Kami : “Ha’a, yo wes luru liyane”

Kami pun langsung cabut dari tempat itu untuk cari studio lagi. Kami menyusuri gang itu lagi dan keluar ke jalan raya. Sambil lirik sana-sini, kami jalan 30 km/h. Dan studio kedua ketemu! Delta namanya. Di gang juga, tapi untuk yang ini gangnya agak lebar, dikit. Kami kebingungan dimana letak studionya. Tiba-tiba Tri angkat bicara.

Tri : “Logh, kae ono AC-ne. Kae studione ndeyan.”
Oki : “Koyone, jajal bae mlebu”

Dan kami pun masuk rumah yang ditengarai sebagai studio musik bernama Delta. Berbarengan dengan kami masuk, ada beberapa gelintir anak-muda-yang-gaul-abis (selanjutnya disebut AMYGA) juga ikut masuk. Kami pun duluan ke rumah utama. Muncul sesosok makhluk planet Bumi berjenis manusia, berkacamata, chinese, tapi jelek. Ia memulai pembicaraan.

Penjaga : “Studio sing mburi durung tak toto kye, piye? Rep di enteni sedelok po?”
AMYGA : (Tiba-tiba datang dan langsung berkata) “Yo, tak enteni.”

Kami menunggu dalam intensitas ke-boring-an yang amat tinggi. Kami melihat disamping kami ternyata sebuah studio! Wow!! Ternyata ada dua buah studio. Keren!!

Setelah studio belakang selesai di tata, AMYGA tadi langsung masuk tanpa nasi-basi. Kami melihat hanya bengong saja. Akhirnya kami pun tanya ke penjaganya tentang studio disebelah kami waiting tadi. Ternyata....., studionya nggak bisa dipake. Sialan! Sudah nunggunya lama, nggak jadi masuk lagi, padahal kita yang datang duluan. Awas loe AMYGA yang ngrebut jatah kami, ATI-ATI LOE!!

Sudah sudah, jangan terbawa emosi gitu donk, nyantai aja lagi. Toh kita nggak jadi tawuran disitu karena jatah kami direbut. Kami ngalah dan cari tempat laen. Pencarian pun dimulai lagi.

Dan, kami menemukannya lagi, Techno Music Studio. Kami pun langsung nyebrang jalan karna letaknya diseberang jalan rada masuk gang dikit. Begitu kami mau masuk gang, tiba-tiba ada orang tua naik Supra menghampiri kami. Dia berujar.

Orang tua : “Sing 23 ewu po’o yo? Asale sing 18 ewu sik dinggo.”
Tri & Ozi : (bingung sambil mikir sebentar) “Yo puo”

Kami pun meneruskan perjalanan masuk gang, dan orang tua tadi ngikutin kita. Tanpa mandi besar, orang itu langsung masuk studio sambil menghidupkan alat-alat band. Oooo.... ternyata orang itu pemilik studio Techno ini tho..., baru tau kita.

Kami pun langsung masuk dengan gaharnya karna sejak tadi belum juga dapetin studio. Pintu pun ditutup. Hening. Suara menghilang sejenak. Hijau daun muncul. Kami pulang. Tapi tertanya hanya lamunan kami saja. Kami pun latian sambil mematangkan lagu, supaya lebih oke.

Selang 1 jam, nge-band pun disudahi karna lampu merah udah nyala. Kami pun keluar studio, Ozi yang mengurus admin. Sedangkan yang laennya maen billiard. Gratis lho.... Eman-eman ada fasilitas nggak dimanfaatin. Setelah urusan admin selesai, Ozi ikut ambil bagian dalam permainan billiard ini.

Beberapa menit berselang, puas bermain billiard, kami pun melanjutkan perjalanan menuju MC, sebutan keren SriRatu Mega Center. Disono kita muter-muter, biasa..... cuci mata. Setelah puas, kami pun ke parkiran. Terjadi perbincangan serius.

Ternyata Dedi ingin jujur bahwa dia sayang banget sama Oki, Dedi pun nembak. Mereka jadian. Tentu saja enggak lah.... Kita semua manusia normal yang masih suka (baca: napsu) sama cewek. Ternyata eh ternyata, Dedi pengen beli hape baru. Cuit cuit, lagi banyak duit nich...

Singkat cerita, Oki & Wihardi pulang coz Mega Pro-nya nggak ada spionnya. Tinggal 4 orang. Kita berempat mulai hunting konter hape. Cari disono, nggak ada. Nyampe disini, juga nggak ada. Nyaris setiap konter di Pekalongan disambangi, tapi hasilnya nihil. Ternyata Dedi nyari kluban, bukan hape. Yo mau nyari sampe dower juga nggak bakalan ketemu.

Kita pun kelelahan, laper, haus, hidung tersumbat, bersin2, kepala seperti ditindih gajah, dsb. Kita pun sepakat untuk ke Mie Ayam depan Matahari (ajeg!). Disaat acara makan-makan terselenggara, ada cewek cakep. Kita melongo bentar. Setelah cewek itu hilang dari pandangan, kita lanjutin makan-makannya. Usai makan, kita langsung cabut muter-muter lagi, tapi tetep gak nemu juga.

Akhirnya kita putus asa. Kita pulang dech.... Tapi, tapi, tapi, ditengah perjalanan, ada konter dipinggir jalan (kayaknya semua konter dipinggir jalan dech...), langsung kita sambangi. Dan ternyata ada!! Petualangan yang sangat melelahkan. Ngobrol-ngobrol sambil di nego harganya, dan ketemu, Rp. 1.250.000 ,- (bukan harga asli). Setelah administrasi selesai, kita langsung cabut. Udah sore bro, pukul 16:00.

O iya! Sampe lupa... Selang beberapa hari, kita latian lagi, di Distroy. Yes!! Akhirnya keinginan kita terkabul. Alhamdulillah Ya Allah.... Namun, ternyata, tak disangka, tak terduga, tak dinyana sama sekali, studionya keren bro...!! Sampe ada panggungnya segala, GILA!!

Tapi..... kita kecewa. Kita nggak puas. Kalo boleh jujur, untuk kali ini, kita lebih suka maen di Techno. Mungkin ke depannya, Distroy bisa berbenah diri dan tambah keren tentunya. Cerita berakhir sampai disini....


Jika masih penasaran dengan maksud judul diatas, silakan sikat gigi sebelum tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ojo gawe spam yo?