Senin, 27 April 2009

Road To Kalibening




Senin WIB, seluruh siswa kelas XII menghadapi Ujian Nasional yang katanya angker dan menyeramkan. Ya, 20 April, kami bersama sebagian RepsoLes (sebutan untuk warga RepsoL) pergi ke tempatnya Devita di Kalibening, Banjarnegara. Katanya Deph (sapaan akrab Devita), tempat itu sejuk.... indah... damai... ya iyalah, secara di pegunungan gitu loch!

Kami semua terdiri atas 23 anak, yakni Cici, Dedi, Dekir, Diana, Diah, Fajar, Fifi, Gigin, Intan, Harim, Iqoh, Indah, Ida, Iswan, Nia, Kusti, Margareth, Iam, Reni, Rizqi, Titik, Tri, dan Hardi.

Kami berkumpul di rumahnya Reni tepat pukul 07:00-an. Rencananya, kami akan naik truk yang akan datang pukul 07:30 WIB. Namun, sang mentari sudah muncul ke permukaan bumi pun si truk itu pun belum keliatan. Padahal kita semua sudah siap on the go.

Setelah menanti dengan penuh hasrat, sang truk pun datang. Sendirian. Lalu mana sopirnya? Gila!! Ya, kamu memang gila. Yah... tanpa memerdulikan berbagai tangisan dari dalam sumur yang bergoyang, begitu truk di parkir kami langsung menaikkan semua barang bawaan kami ke atasnya. Dengan tenaga yang tak ada habisnya, Hardi menggotong bekal untuk dimakan disana dari dalam rumah Reni ke atas truk, karena saking ora pengen jajan’e ketinggalan.

Setelah semuanya ready, kita take off pukul 08:00-an. Dalam perjalanan, terjadi berbagai insiden yang memilukan dan menggelikan. Setelah melalui berbagai halang rintang dan bahaya yang menghadang, kami pun sampai ditempat tujuan sekitar pukul 09:00 WIB. Kita lalu menjemput Deph untuk melanjutkan perjalanan menuju Curug, objek wisata air terjun.

Curug. Nama yang aneh bukan? Tapi tidak dengan lokasinya. Sungguh asri, hijau, damai, tentram, sejuk, dan nyaman jika ingin lama-lama disana. Disono kami manfaatin buat mengabadikan momen langka ini. Disono masih ijo banget. Beneran...!! Liat aja tuh foto-fotonya...

Setelah puas narsis dengan background Curug, kami jalan kaki menuju ke Kebun Teh yang ada diatasnya. Butuh waktu emang, tapi nyenengin. Berhubung ada gitar, di perjalanan kami jalan sambil nyanyi-nyanyi. Ini di gunung loh, ya gak papa. Tapi jangan ditiru kalo kamu lagi di jalan raya, entar dikira pengamen.

Plup! Kami akhirnya sampai di kebun teh! Yeeaah!! Usaha kami ternyata tak sia-sia, berjalan dengan penuh semangat untuk menerjang badai, keyboardisnya kerispatih. Di kebun teh kami juga foto-foto, akhirnya. Generasi sekarang memang generasi suka foto-foto. Tapi tak apalah, asal kamu dapat menggunakan hak pilih kamu sesuai dengan hati nurani. Hidup Gerindra!!

Oh, maaf, sekarang bukan saatnya kampanye ya... sekarang kan lagi bahas kebun teh, mari lanjutkan...

Kami menyusuri kebun teh dari bawah untuk bisa sampai ke atas untuk acara selanjutnya. Perjalanan yang nikmat. Bayangkan, di sekeliling kami cuman ada tumbuhan hijau yang menyejukkan hati, menentramkan jiwa. Gimana gak nikmat coba?

Di sela-sela perjalanan, kita berhenti sejenak untuk menikamti pemandangan yang luar biasa indah abizz. Dalam keheningan, muncul ide untuk membuat videoklip untuk lagu kita, yang berlatarbelakang kebun teh nan asri. Dan, “syuting” pun dimulai. Sempat terjadi beberapa kesalahan, dan diulang sampai 3 kali. Sampai akhirnya videoklip itu pun jadi. Yes!! Benar-benar tanpa terduga muncul ide gila tersebut.

Setelah menyelesaikan proyek-tanpa-terduga itu, kita pun melanjutkan perjalan hingga akhirnya kita dapat menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di atas. Di atas sana, terlihat semua bentangan kebun teh dari sudut alpha sampai sudut beta. Woh. Sesuai dengan rencana semula, Hardi mulai bicara soal rencana awal yang sudah disiapkan dari awal kegiatan ini akan dilaksanakan, yakni berdoa. Berdoa. Kami berdoa untuk keselamatan kami semua dan juga untuk kelas XII supaya dapat lulus 100 %. Amin!

Doa berlangsung secara khidmat. Acara kemudian dilanjutkan dengan ngobrol sambil makan-makan. Yeah! Yang ditunggu dari tadi nich. Acara ngobrol-ngobrol sambil makan-makan juga berlangsung dengan khidmat dan nikmat.

Selanjutnya, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Simbah’e Deph (selanjutnya disebut dengan Simbah) karna rumah Simbah lebih praktis. Disana kami istirahat sejenak, sembari menunggu makanan apa yang akan keluar. Didepan rumah persis ada masjid, kita juga sholat disitu. Saat mengambil air wudhu, dingin banget cuy! Airnya kayak air dari kulkas. Gila!! Karna gak ada sumber air lainnya, terpaksa kita wudhu dengan air kulkas itu. Gemejozz men..!!

Sementara itu, di rumah Simbah ada usulan untuk pergi ke Kali Anget, karena tanggung, sudah susah payah sampai di Kalibening koq ndak dimanfaatin bener-bener. Finally, beberapa orang yang pengen ikut langsung menuju ke target, sedangkan sisanya tidur di rumahnya Simbah.

Begitu ngeliat rute untuk bisa sampai ke sono, gila! Bener-bener kayak turun lembah. Walaupun jalannya beraspal, tapi panjangnya sampai beberapa kilometer. Butuh waktu kira-kira 30 menit untuk sampai sana dengan jalan kaki. Namun, kita berjalan dengan happy, jadi gak ada beban sama sekali untuk bisa sampai ke sono. Karna bagi kita, pemandangan di perjalanan pun sudah sangat menghibur. Sempat kita foto-foto di perjalanan. Mantep cuy!!

In the end, durasi sudah habis, kita akhirnya balik ke rumahnya Simbah dengan dijemput truk. Setelah sampai di rumah Simbah, kita langsung bergegas mengambil barang-barang bawaan untuk dinaikkan ke atas truk, dan siap-siap landing ke Kajen lagi.

Setelah semua siap, kami semua akhirnya pulang dengan dadah dengan simbahnya devita, ibunya devita dan devitanya sendiri. Kami pun pulang dengan riang gembira. Kami pun sampai di rumahnya Reni pukul 16:00 WIB. Alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat sentosa. Perjalanan ini tidak lepas dari kerja keras panitia yang terdiri dari Hanarima, Tri, Iam, Margaret. Semua ini tidak lepas dari profesionalisme dan etos kerja yang tinggi seorang pimpinan panitia, Wihardi (yang salah kirim sms saat rapat terakhir diadakan).

Ternyata, Kalibening itu keren!!

4 komentar:

  1. hahahahaha,.
    ingat kaLibening,
    ingat truk,.
    ingat muntah,.
    hoekz hoekz,.
    tapi seru!!!!
    kapan neh REPSOL gitu LAgi???
    =usul:jgn nyewa truk lagi boz!=

    BalasHapus
  2. kalo nyewa truk entar muntah-muntah maneh yo??
    jadi inget pas ku ke kalibening....



    woh...

    BalasHapus
  3. MUTAH
    MUTAH
    DAN MUTAH
    DAN MUTAH LAGI
    DAN MUTAH LAGI
    LAGI LAGI MUTAH
    aku mutah
    kamu mutah
    kita semua suka mutah

    BalasHapus
  4. kog gak keliatan gambarnya c?

    BalasHapus

Ojo gawe spam yo?