Selasa, 21 April 2009

Kurang Siji Logh!!

Kemarin, tepatnya tanggal 11 April, sekolah kami mengadakan Liga Volly putra. Sebelum mid semester juga telah diselenggarakan Liga Volly putri yang dimenangkan oleh XI Bahasa, sedangkan XI IPS 2 keluar sebagai Runner Up. Prestasi kelas kami sebenarnya bukan hanya itu, kelas kami pernah meraih:

- Juara 1 Kebersihan Kelas (Ulang Tahun SMA N 1 Kajen ke-29)
- Juara 1 Lomba Sepak Bola Pantai Putra (Out Bond 2008/2009)
- Runner Up Lomba Sepak Bola Pantai Putri (Out Bond 2008/2009)
- Runner Up Lomba Volly Pantai (Out Bond 2008/2009)

Hasil positif diatas diperoleh karna kerja keras rakyat RepsoL untuk menjadi yang terbaik. Ya, yang terbaik! Di kelas kami juga ada yang mengikuti Lomba Mapel yang telah sampai ke Semarang membawa nama baik SMA N 1 Kajen, yakni DeKir. Masih inget kan? Kalo nggak inget ya udah…. Repsol juga memiliki banyak atlit yang berbakat,seperti Volly, takrow, basket, dan catur.

Siang itu, hujan turun. Padahal saat itu lomba volley harus segera dimulai. Hujan turun dengan ganasnya. Seganas harimau ketika memangsa nyamuk. Jam menunjukkan pukul 15:00, seharusnya pertandingan sudah bisa dimulai. Namun, qodir berkata lain. Lapangan tergenang air. Walaupun tidak seluruh lapangan tergenang, namun cukup menyita waktu untuk membersihkan lapangan dari air. Juga menyita tenaga anak-anak OSIS untuk membersihkannya. Kasian deh lo! Sing sabar bae…

Setelah anak-anak OSIS berhasil dengan sukses membersihkan lapangan volley, kita pun memulai pertandingan. Pertandingan pertama yaitu X.5 vs X.2. Pertandingan ini berlangsung seru, walaupun yang bertanding adalah anak-anak ingusan. Tapi tetep menarik untuk ditonton. Setelah menghalau berbagai smash yang mematikan, mengembalikan service yang menghujam dengan tajamnya, setajam silet, X.5 pun menang dengan angka tipis. Suwandi bersorak gembira, namun Pak Ikhsan diam saja.

Pertandingan kedua, XI IPA 1 melawan XI IPA 3. Pertandingan dimulai dengan service dari Purwanto. Pertandingan ini diwasiti oleh Dedi, dan dihakim garisi oleh Barozi dan Ipul. Pertandingan berlangsung seru karna berbagai smash menghujani lapangan. Penonton pun mendukung masing-masing kelasnya. Set pertama dimenangkan oleh IPA 3. Padahal IPA 1 terdiri dari berbagai unsur Bumi yang sulit ditemukan dibelahan Bumi manapun, seperti Gulardi dengan moncongnya yang panjang, Hermawanto dengan tubuhnya yang seperti wit pring, dan Hermawan yang tidak seperti apa-apa.

Pada set kedua, IPA 1 bermain lebih agresif. Samapai-sampai wasitnya mau dikubur hidup-hidup. Pertandingan memanas dengan hanya beberapa poin lagi IPA 1 memenangi set kedua ini. Dengan service yang tidak bisa diterima oleh IPA 3, IPA 1 pun mengakhiri set ke-2 dengan kemenangan.

Dengan berbagai pertimbangan dari berbagai pihak berwajib, diputuskan untuk Long Set karna kedua tim sama imbangnya. Set penghabisan ini diawali dengan service, yai yalah. Pertandingan semakin memanas. Matahari semakin panas. Sinarnya silau sekali. Ternyata Iswandiyah lewat lagi. Kembali ke pertandingan tadi, dengan berbagai usaha dan upaya, Gulardi melakukan smash mematikan, namun selalu saja bisa dipatahkan oleh Imam. Dengan ketinggian badannya, Hermawanto mencoba untuk menambah poin, namun selalu digagalkan oleh Achor. Sepanjang pertandingan smash-smash tajam selalu menghujani penonton karna smasher tidak bisa mengendalikan bolanya, penonton pun berteriak histeris. Kyyaaaaa!!!!! Begitu kira-kira.

Pertandingan hampir berakhir dengan keunggulan IPA 1, cukup dengan 1 poin saja IPA 1 dapat mengantongi kemenangan atas IPA3. Bola service bergulir. Semua pemain fokus pada bola. Sorak sorai penonton semakin membahana. Begitu bola tak sanggup dikembalikan oleh IPA 3, seluruh siswa IPA 1 bersorak gembira karna tim mereka berhasil memenagkan pertandingan tersebut.

Namun, panitia yang bertugas ngitung skor berteriak, “Woi! Kurang siji! Kurang siji!!”. Semua orang bingung. Wasit juga bingung. Hakim garis apalagi. Tapi Pak Bon nggak bingung. IPA 1 dan IPA 3 bertengkar dengan panitia dan wasit karna hasil yang membingungkan itu. Panitia pun menjelaskan insiden tersebut pada kedua pihak. Ternyata terjadi kesalahpahaman antara wasit dan panitia. Pertandingan pun dilanjutkan dengan menyisakan satu poin lagi untuk kemenangan IPA 1. Dengan giigih bak pahlawan 45, IPA 1 langsung menghajar IPA 3 dengan berbagai smash mematikan. Namun selalu saja tidak berhasil. Tapi dengan keberuntungan IPA1, terjadi missed-communication di IPA 3 yang berakibat bola jatuh di lapangan IPa 3. Dan IPA 1 keluar sebagai pemenang pertandingan tersebut.

Kami semua pulang dengan canda tawa karna insiden tadi. Kami, tim Repsol, menunggu kalian IPA 1 di Final. Sampai bertemu di final!

7 komentar:

  1. hoi, ntar pas perpisahan jadult band tampil yoo, ane pesen lagunya padi dengan judul semua tak sama, okree

    pc man

    BalasHapus
  2. ha,,,ha, saya gabung nehhh

    BalasHapus
  3. woi jadult... besok pas perpisahan nyanyi lagunya ridho roma ya.... "menunggu"

    BalasHapus
  4. Congrulation ..... !!!!!! Mudah2an tetap eksis . Entar kalo ada kesempatan tampil aku pesen lagu BISIKAN RINDU yang nyanyi RACHEL lho. O.K ??
    Tak tunggu ya !!

    BalasHapus
  5. insya allah....
    doakan saja...
    tapi akuntan ojo remidi loh...
    yo pok Pak???
    doakan juga, kita-kita ben tetep ganteng-ganteng...

    BalasHapus

Ojo gawe spam yo?