Kemarin pas hari Rabu, 8 April 09, Iam ngajakin Dedi sama Tri untuk ngupdate blog ini karna kita bubar gasik pukul 12:00, soalnya guru-guru mau rapat, entah ngerapatin apaan. Jam menunjukkan pukul 11:01 WIB, kita sedang jamnya Pak Mukti, guru TIK. Kebetulan, kita mau tanya-tanya soal komputer!Kebetulan? Apakah memang kebetulan? Bukannya sudah dari dulu kalau TIK itu jadwalnya hari Rebo, apakah ini pantas disebut sebagai kebetulan? Hanya Allah yang tahu.....
Karna Pak Mukti itu guru yang baik, dia gak ngajar kita. Baik ya? Iam, Dedi and Tri inisiatif ke lab. Komputer. Disana ternyata ada beberapa makhluk gak penting, termasuk Pak Mukti. Oh, ya nggak lah. Disitu kami ngobrol-ngobrol bareng, karna semester depan Pak Mukti sudah nggak ngajar kita lagi di Smanka. Hikz.. hikz... hikz...
Tanpa terasa, bel pulang pun berbunyi dengan lantangnya. Kami pun back to class untuk ngambil tas dan ke warnet. Di tengah perjalanan, Dedi melihat seekor kucing. (hening). Bagian ini penting nggak sih?
Kalian para pembaca setia blog ini makin cerdas aja. Kalian sudah bisa membedakan mana susu mana teh, mana TV mana botol, mana cendol dan mana gerobak. Kami salut atas prestasi kalian! Congratulations!!
Warnet kita yang akan menjadi korban keganasan kita dalam nge-net selanjutnya adalah POWER net!! Tentu saja! Karna cuman itu warnet satu-satunya yang deket dengan sekolah kita. Kita memulai perjalanan dengan jalan kaki. Ya, jalan kaki. Karna hanya berjarak beberapa meter dari gerbang sekolah.
Di tengah perjalanan, kami mampir di warung ngarep untuk pesen es teh, karna saat itu kita haus banget. Tak ada hujan tak ada petir, yaiyalah, Eric datang ke warung ngarep dengan senyumnya yang khas, bikin yang liat pengen muntah. Dedi langsung mendekatinya dan langsung bernegosiasi untuk mengajaknya pulang, karna saat itu kelas X libur dan Dedi pun tak ada yang nganterin pulang karna Suwandi sedang libur. Kesepakatan pun tercapai. Akhirnya Eric mau nganter Dedi untuk pulang, seperti Muklis yang ditipu oleh Temon. Klis... klis...
Dedi pun nggak jadi ikut, hanya tinggal 2 orang. Akhrinya kami berdua meneruskan perjalanan tanpa Dedi (baca: Spongbob). Sampai di warnet kami langsung masuk dan langsung start updating.
Setelah puas, kami pun menutup komputernya. Biayanya Rp. 6.400, soalnya kami main sampai jam 3 sore. Gila, lelah banget. Kayak abis lari-lari keliling lapangan bola. Setelah duitnya dikumpulin, ternyata cuman ada Rp. 6.200!! Sialan, cuman kurang 200 perak doank. Kala dicinta, Edo pun tiba. Tanpa ba-bi-bu, Tri langsung minjem uang pada Edo.
Tri : “Do, ono duit 500 rak?”
Edo : “Rp. 500? Ono tah.”
Tri : “Nah, aku nyilih.”
Edo : “Kiye.” (sambil memberikan uang Rp.500)
Tri langsung menerima uang tersebut. Namun Tri memberikan sesuatu pada Edo, Edo bengong. Ternyata itu uang 300 perak. Sambil menyerahkan uang itu, Tri berkata, “Dadi aku utang kowe 200 perak, Do”. Edo bingung “Hah?? Opo kiye? Gak penting banget sih”, ujar Edo setelah melihat uang Rp. 200 itu ditangannya. Kemudian Edo pun mengembalikan uang tersebut pada Tri sambil berkata, “Rak popo, aku ikhlas, rapopo ra...”
Tri pun tersenyum kecut, karna senyum sambil cium keteknya sendiri. Kami pun berterima kasih pada Edo yang mau mendonasikan hartanya demi kepentingan kami, kami terharu. Lalu kami ke operatornya untuk bayar nge-net tadi.
Ternyata, ngupdate itu nyusahin banget. Sialan. Lalu kami pun pulang saat adzan Ashar menjelang.
Fakta-fakta terbaru :
1. Ternyata, nge-net itu butuh biaya.
2. Kalo pengen ngutang, gak usah malu-malu.
3. Jangan sekali-kali kamu berbohong, karena berbohong itu dosa.

do not forget to replace the oil with the oil top 1
BalasHapusPC Man
biar nenag man
BalasHapushoi, lom diisi lagi ??????
BalasHapus3purw, jadult yatin,,, hwehehe
BalasHapus