Rabu, 08 April 2009

Libur Try Out buat Hang Out

Suatu Senin pukul 08:00, 31 Maret 09, kami berencana kumpul-kumpul di rumah Barozi untuk membuat video bokep. Tentu saja gak lah, kita kan J-Rockstars sejati yang gak mungkin mencoreng nama Indonesia demi kepuasan semu kayak gitu.

Anak-anak J-Adult datang ke rumah Ozi, sapaan akrab Barozi, tepat pukul 09:00. Lantas kami ber-6, yakni Oki, Dedi Tri, Ozi, Iam, dan Hardi pergi ke AURA Studio untuk latian. Ternyata eh ternyata, studionya sedang ditutup. Kami pun langsung lemas dan lunglai karna usaha kami ternyata tak berhasil sama sekali. Akhirnya kami pun menunggu kedatangan Nia dan Sipenk untuk membahas rencana selanjutnya.

Bagai katak dalam tempurung, Sipenk pun datang dengan Absolute Revo-nya. Tak lama kemudian, Nia datang dengan naik New Mio-nya dengan jok mirip papan catur, namun berwarna hitam merah.

Setelah kedua makhluk itu datang, kita mulai menyusun rencana lagi. Dan kita sepakat. Kita ke Melodia. Melodia? Siapakah dia? Lebih tepatnya, benda apakah dia??

Pasti banyak pertanyaan melintas di benak Anda. Melodia itu benda apa? Apakah sejenis komet yang melintasi Bumi dalam kurun waktu 800 tahun sekali? Apakah dia monster? Apakah Sandra Dewi laki-laki? Anda pasti bingung kan?? Ya, kami tahu itu, karna sebenernya kami juga bingung.

Usut punya usut, ternyata Melodia adalah sebuah studio belakang rumahnya Oki. Kami pun memulai perjalanan ke sana dengan riang gembira. Hardi bernyanyi Cucak Rowo, Sipenk pun berjoged ala Dewi Perssik. Tri melihat motor dibelakang kita yang mencurigakan. Sejak tadi dia mengikuti kami terus. Dan dia pun menyalip kami. Ternyata, dia hanya nggak bisa nyalip aja karna kami berjejer ke samping. Untung nggak ada polisi, kalo ada kami pasti ditilang....

Perjalanan yang melelahkan itu pun berakhir. Kami sampai ditempat tersebut dengan selamat. Kami bersyukur masih diberi nafas oleh Allah SWT. Kami bersyukur lahir di Indonesia karna Indonesia kaya akan suber alamnya. Tapi entah mengapa, korupsi terjadi dimana-mana. KPK pun dibentuk untuk memberantas korupsi yang sudah menyengsarakan rakyat Indonesia. Para koruptor pun harus berpikir ulang untuk korupsi, karna sudah banyak kasus korupsi yang terungkap. Anda kaget? Pembantu Anda kaget? Ya, karna Kiki Farel dan Mama Dahlia tereliminasi. Sayang sekali......

Maaf, yang barusan gak sengaja ke tulis. Kita fokus lagi ke cerita utama.

Kami latian untuk menyelesaikan lagu kami yang berjudul “Terindah Dihati” . Setengah jam berlalu, Oki mendapat telpon untuk segera pulang karna harus ke Semarang. Oki hanya nitip uang Rp.3000 untuk biaya nge-band kami. Hardi ikut pulang karna nggak ada yang mau nganter dia pulang kecuali Oki.

Setelah kami selesai latian, kami lapar, kami haus. Rencana busuk pun mulai datang ke pikiran Iam dan Dedi. Kami sepakat untuk “maen” ke rumahnya Rachel. Disana kami dongengan bareng. Bercanda bareng. Dan Ozi tertawa sendirian. Kasian sekali.....

Kemudian kami meluncur ke rumah DeKir. Setelah sampai di rumah’e DeKir (selanjutnya disebut RD), ternyata ada Mega Pro parkir disitu. Diliat dari wujud motornya, sepertinya Nia memang cewek. Ah ya! Itu Mega Pro-nya Iman. Wah wah, sedang apa ya Iman di rumahnya DeKir? Bukannya hari itu dia harus konser di Pontianak? Setelah itu, malamnya tampil di Bukan Empat Mata. Bareng Wima, Sony, dan Anton tentunya.

Lho?? Bukan Iman J-Rocks! Tapi Iman-nya DeKir. Kami pun disambut hangat oleh sang tuan rumah. Belum sempat kami duduk, kami langsung disodori uang oleh DeKir sejumlah Rp. 100.000, kami bingung. “Kwi duit’e nggo tuku jajan, asale kene jajan’e wes entek. Tapi duit’e ojo entek’e ra....” ujar DeKir. Akhirnya Nia dan Iam berangkat ke Indomaret untuk beli jajan untuk kita sendiri. Wow!! Hebat! Bisa milih sendiri jajan yang kita suka!! Fantastis!

Kami berdua kembali ke RD, disana anak-anak sedang main kartu. Gila! Ya, kami semua memang gila. Setelah puas main kartu, kami bermain sulap. Ya, sulap amatiran yang diabadikan lewat video. Jika pengen liat, ditunggu aja, ntar tak upload ke blog ini.

Hari semakin sore, tanpa disangka sang ketua kelas datang ke RD. Bumi berguncang hebat, rumah-rumah ambruk semua, tapi itu hanya dalam angan-angan Sipenk. Si ketua kelas ngajakin kita-kita untuk maen ke rumahnya. Kami pun setuju. Akhirnya kami semua pamitan pada Bu Win, ibunda DeKir.

Iman pun berniat pulang, sambil mencari kontak Mega Pro-nya di ruang tamu. Ternyata kontaknya tidak ada! Kontaknya hilang!! Iman memkasa Ozi untuk mencarikan kontaknya, sebelum kontaknya ketemu Ozi nggak boleh pulang. Sementara itu, di halaman depan tempat parkir motor kita, Iam bingung karna menemukan kontak motor Honda, sepertinya milik Sipenk. Namun Sipenk menggenggam sebuah kontak juga. Iam bingung. Iam pun bertanya pada Nia, “Kiye kontak’e sopo?”, Nia menjawab “Nek ora salah wek Sipenk ceey...??”. Sipenk menoleh ke arah Iam, Sipenk kaget sambil bingung. Lalu dia melihat kontak ditangannya. Dia shock dan tertawa sendiri. Dia memperlihatkan kontak ditangannya, itu kontak Mega Pro!

Dedi langsung bereaksi, “Kuwi kontak’e wek njero logh”. Yang dimaksud pastilah kontaknya Iman yang hilang. Akhirnya dengan wajah menanggung malu yang sangat berat, Sipenk memberikan kontak itu kepada Iman, dan Iam memberikan kontak Revo pada Sipenk. Kami semua pun pamitan, kita ke rumah Harim dan Iman pulang.

Setelah menerjang badai topan, kami pun tiba di Jagung, tempat tinggal Harim. Kami dongengan sebentar membahas peristiwa lucu yang barusan terjadi di rumahnya DeKir. Hahaha....!! Sipenk memang lucu.

Selang beberapa menit, kami disuguh sarimi, beserta nasi. Namun yang ngambil nasi cuman Tri doank, dia emang suka gitu kalo liat makanan. Begitu selesai makan, kami menuangkan air putih di gelas yang sudah disediakan. Namun apa yang terjadi? Jumlah gelas yang disiapkan tadi berkurang, karna ada gelas yang sudah berisi air sejak tadi namun tak ada yang mau ngaku kalo itu gelas miliknya.

Situasi makin mencekam dengan tayangan di Topsert, yaitu video klip Bintang 14 Hari. Ternyata Kangen Band punya keahlian lain selain nge-band dan jualan cendol, yaitu nakut-nakutin orang lain. Hiii... atuuutt....

Acara makan-makan pun selesai dengan khidmat dan nikmat. Setelah beberapa menit dongengan lagi, kami pun pamitan karna jam sudah menunjukkan pukul 17:00 WIB. Kami pun pulang dengan sejuta sensasi, seharian hang out saat kelas XII sedang mumet-mumetnya Try Out....

1 komentar:

Ojo gawe spam yo?