18 March 09.Suatu waktu, sang mentari bersinar di ufuk barat menandakan waktu Sholat Ashar telah tiba. Para personil J-Adult berada di rumah masing-masing. Iam berada di Wopy, Dedi di Karanggondang, Tripur di skul lagi takrow bareng Barozi, Oki dirumahnya yang "bobrok" bukan main, Hardi di bojong. Sayang....., hanya Nia yang di Doro.
Kami, seluruh anak-anak RepSoL umumnya, dan J-Adult khususnya menerima sms dari Margaret yang memperoleh kabar bahwa Imron Guswandi, teman sekelas kami kecelakaan di Subah, Batang. Kami tersentak kaget, banyak pertanyaan melintas di benak kami.... Apakah itu hanya lelucon? Apakah Margaret hanya membual? Apakah itu hanya kabar burung belaka? Burung siapakah itu??
Kami pun diminta Margaret datang ke rumahnya yang berada di tikungan yang rawan operasi, motor, mobil juga. Setelah kami semua berkumpul di tempat Margaret, kami sepakat mengutus Oki bersama Lologh, Reno, Peong, Sinung, dan Ipul untuk memastikan apakah kabar tersebut benar atau tidak.
Sementara Oki dkk memastikan kabar tersebut, Harim bersama teman-teman repsoL yakni Dekir, Oji, Tripur, Iswan, dan Mugi pergi ke rumahnya Imron untuk memberikan kabar-kabari itu.
Saat mereka yang pergi ke tujuan masing-masing, Siswo melakukan tindakan yang menggemparkan dunia perikanan. Siswo akan membeli air minum di warunx sebelah Rumahnya Margaret. Siswo berkata, "Wonten minumane mboten, pak?". Sang penjual pun kaget. Melihat muka Siswo yang seperti bajingan Israel tersebut menanyakan minuman di warunxnya. Dia mengira Siswo akan membeli minuman keras di warunxnya, dan bapak penjaga warunx itu pun berkata "Mboten wonten mas". Siswo bingung. Apakah Cinta Laura seorang laki-laki? Dan apakah saya gay?? Sipenk pun datang dengan menunjukkan segelas Oky Jelly Drink yang menggoda lidah buaya. Siswo pun meralat perkataannya, "Niku pak, oky jelly, tigo pak. Pinten?" dengan wajahnya yang memelas layaknya pengemis kota Bandung. Dan transaksi tersebut pun selesai setelah Siswo memberikan tiga helai uang seribuan kepada penjaga warunx tersebut.
Selang beberapa menit, datang sebuah mobil patroli yang menghampiri kami di pinggir jalan. Polisi itu dengan wajah yang ceria menanyakan sesuatu pada kami. "Ada apa ini?", Dedi pun menjawabnya "Ada arisan pak, mau ikut po' pak? Jajane akeh loh, pengen mezti.... yo kan...". Sang Polisi pun dengan wajah yang lesu pun menjawab, "Gak, gak, ya udah lah, kirain ada apa..."
Kemudian, hape Nia pun berdering. Ternyata ada Oki sms, berbunyi "Nia, telpon aku saiki logh". Nia pun menelpon Oki untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai burung siapa yang terbang, dengan suara yang tersedu-sedan.
Oki : "Nia, Black... Black... Black temenan ora ono..."
Nia : "Hah, opo??"
Oki : "Black temenan meninggal"
Nia : "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un"
Oki : "Bocah-bocah renx omahe Black bae saiki, asale jenazah'e rep di terke renx omah'e black"
Nia : "yo wez"
Maka, f(x) = 4x+3 dan ternyata presiden kita sekarang adalah SBY. Sayang sekali..... bukan obama. Dan kita semua anak repsol pergi ke rumah black a.k.a Imron. Setelah melewati halang rintang yang cukup berat, kami pun tiba di rumahnya. Kami menanti jenazah Imron yang dalam perjalanan menuju rumahnya di kesesi.
Sekitar pukul setelah Isya', jenazahnya pun tiba. Dengan diiringi isak tangis tetangga Imron dan teman-teman repsoL, jenazah Imron dido'akan sesaat sebelum dimandikan. Setelah jenazah dimandikan, dan rencananya akan dimakamkan hari kamis, 19 March pukul 10.00 WIB, kami pun pulang karna sudah larut malam.
Selamat tinggal teman....
Dirimu kan slalu ada di hati kami,
Tidur yang tenang...
Do'a kami slalu menyertaimu...
Selamat Jalan...

buat BLACK,,kami pazti menyusulmu di surga...tunggu kami yapz!!! jarene meh reonian?? jarene meh reng omahe pak hadi???
BalasHapusQta bwt istana repsoL di surga,OK ^_^