Sekolah kami mengadakan lomba grafity untuk menghias tong sampah, setelah selesai kami pun berniat untuk latihan di studio belakang sekolah yang berjudul RANGGA Music.
Cerita bermula saat kami memulai latihan. Baru 3 buah lagu kami mainkan, tiba-tiba lampu kedip-kedip seperti akan mati. Dan akhirnya, bet!, listrik pun mati. Alat-alat pun diam tanpa kata, sontak kami pun kaget. Kami bingung. Kami Kaget. Kami gila. Ternyata kami hanya bisa bergumam, "Ada denganmu, alat-alat band??"
Dan seekor anak kecil penuh ingus di hidungnya muncul dengan tiba-tiba mengagetkan kami. Anak itu berujar, "Entek maz wektune, mbayare 14.000". Kami pun kaget bukan kepalang. Iam protes keras terhadap anak penuh lendir di daerah cungurnya itu, layaknya seekor godzilla makan roti sambil minum teh panas.
Selang 4 menit 56 detik, protesnya pun menuai sukses, dan kami latian jadi lebih rileks, tenang, dan santai. Itulah kami!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ojo gawe spam yo?